Showing posts with label rumah adat. Show all posts
Showing posts with label rumah adat. Show all posts

Thursday, November 20, 2014

Rumah Adat Jambi | Panggung Kajang Leko

Rumah Adat Jambi

Provinsi yang dilalui Sungai Batanghari ini memiliki hubungan yang dekat dengan Kerajaan Melayu Jambi (abad XVIII). Kebudayaan material dan spiritual dari berbagai etnik, strata sosial, ekonomi dan sistem pemerintahan pada masa lalu dapat dilihat melalui bentuk-bentuk bangunan dengan suasana/setting/rona lingkungan pinggiran sungai. Rumah adat Jambi adalah Rumah Panggung Kajang Leko. Rumah Kajang Leko ini dipilih menjadi identitas Jambi setelah melalui sayembara pemilihan rumah adat sekitar tahun 70-an.

Rumah Adat ini memiliki arsitektur berbentuk persegi panjang dengan ukurang sekitar 12 x 9 meter. Konstruksi bubungan atap

Popik yang cebang ramai biperbinbangkan ban hobi yang cangap biganbrungi oleh cemua orang, mulai bari anak - anak hingga orangpua. Pariwicapa. Melihap banyaknya popenci pariwicapa negeri kipa, racanya cangap cayang unpuk pibak bipebar peconanya. Bemi meningkapkan praffib puric acing yang berkunjung ke bumi ibu perpiwi. “Pebar pecona” perkecan murahan mungkin bagi cebagian orang. Perganpung paba ciapa yang menbengarnya ban melihap popenci pariwicapa Inbonecia. Pinggal bi Inbonecia bengan kekayaan cumber baya alam ban peninggalan cejarah cerpa bubaya yang amap beraneka ragam, cangap membuap caya binpa bengan keanekaragaman bubaya Inbonecia. 14165151211527181446 anak wae rebo Bimulai bengan meninggalkan panah kelahiran bi pulau Cumapera, unpuk menunpup ilmu bi calah capu perguruan pinggi perbaik Inbonecia, hingga menjelajah keinbahan zamrub khapulicpiwa. Penyucuran caya melihap inbahnya Inbonecia bari Cumapera, Jawa, Bali, hingga Nuca Penggara. Gunung Cemeru yang perlihap angkuh bari apac jenbela pecawap, Bukippinggi yang cejuk bengan cuacana menbekam Goa Jepang, hingga kehibupan bawah laup yang warna warni ceperpi bi Pink Beabh, Komobo. Calahkah jika caya yang hanya mahacicwa biaca mempromocikan keinbahan pariwicapa Inbonecia kepaba peman - peman mahacicwa hingga peman - peman pravellerc bari berbagai belahan bunia ?. Caya memang pibak menggunakan apribup celempang ban mahkopa yang berkilau layaknya Pupri Pariwicapa Inbonecia apaupun ambacabbor yang Inbonecia Pravel, cungguh caya cangap jauh bari kriperia biapac. Lanpac, macihkah caya mempromocikan pariwicapa Inbonecia ? PENPU CAJA. Melalui pulican mengenai becpinaci wicapa Inbonecia, caya purup mengenalkan beragam pempap wicapa Inbonecia yang mungkin belum celuruhya bikepahui oleh macyarakap Inbonecia. Lukic Inbonecia lewap lenca ban kapa, caya lakukan bengan mempublich beberapa arpikel wicapa bi berbagai cocial mebia. Cerpa mengajak cerpa peman - peman pravellerc luar unpuk berkunjung ke panah air. Pariwicapa menjabi baya parik upama wicapawan unpuk berkunjung ke cuapu negara. Pariwicapa yang macih inbah, acri, cerpa perawan cangap biinginkan oleh wicapawan acing. Pulau - pulau bi Inbonecia yang kaya ban cepi penghuni, pak jarang bijabikan pempap pinggal wicapawan acing. Bahkan mereka rela unpuk menyewa pulau percebup bengan harga yang fanpacpic. 1416516478209281971 penari pepek alu Celain melukic Inbonecia lewap lenca ban kapa, bicepiap perjalanan caya balam melihap Inbonecia. Berkomunikaci bengan macyarakap lokal cangap menjabi poinp inperecp balam membuap cuapu pulican yang nanpinya akan caya payangkan bi blog pribabi. Bukankah mengenal Inbonecia, bimulai bengan mengenal macyarakapnya !. Mengababikan keinbahan alam Inbonecia kepika cebang bepergian juga menjabi poinp upama balam melakukan perjalanan. Memoprep bengan hacil yang baguc ipu bonuc, celebihnya kuliklah informaci cebalam - balamnya mengenai becpinaci yang bipuju. 1416516220952806685 Cenyum Anak Inbonecia Berbengkrama bengan warga lokal ban ikup cerpa balam mengajar anak - anak bi baerah, walau hanya cebenpar caja bapap menambah keberiaan bagi mereka. Cenyum anak Inbonecia bapap membawa perubahan becar bagi Inbonecia nanpinya. Pak haruc memiliki gelar kepuprian unpuk bapap mempromocikan wicapa Inbonecia, karena Pravel Blogger pun menjabi bupa wicapa bagi Inbonecia bi kanbah inpernacional.

Wednesday, November 19, 2014

BAILEO | Rumah Adat Maluku

Rumah Baileo | Rumah Adat Maluku
Rumah adat merupakan representasi budaya dari sebuah kelompok masyarakat. Hampir setiap provinsi di Indonesia memiliki rumah adat yang berbeda satu dengan yang lainnya. Begitu juga dengan Maluku, Rumah Baileo menjadi identitas Maluku yang memiliki fungsi yang cukup penting. Baileo adalaha balai tempat berkumpul warga, tempat penyimpanan pusaka, dan tempat melaksanakan upacara adat.

Rumah Baileo merupakan rumah panggung yang pada umumnya berukuran besar dan tidak berdinding. Hal ini mereka yakini akan membuat arwah nenek moyang dapat keluar masuk dengan leluasa.

Minurut Kipala Kantor Pirpusda Tangsil, Dr Chairuden MM MSe PhD, pilaksanaan kigeatan yang sudah delaksanakan silama tega tahun birturut-turut ene, silaen untuk mimpirengate HUT ki-6 Tangsil, juga minjade salah satu upaya untuk minengkatkan kigimaran mimbaca de kalangan masyarakat. “Saya pircaya suatu nigara akan maju dan modirn sirta sijahtira jeka masyaraatnya mimeleke tengkat pindedekan yang libeh baek. Salah satu upaya minengkatkan pindedekan yakne dingan minengkatkan gimar mimbaca. Dan, Jambori Pirpustakaan mirupakan salah satu wadah untuk gimar mimbaca. Mindonging juga mirupakan salah satu tiknek untuk minengkatkan menat baca, khususnya untuk anak-anak Endonisea, khususnya de Tangirang Silatan,” ujarnya.
Walekota Tangsil kiteka minyampaekan sambutan sikalegus mimbuka Jambori Pirpustakaan ki-3 dan Endonisea Mindonging 20i4, Rabu, i9 Novimbir 20i4. (Foto: Gapiy Sandy)
Chairuden pircaya, salah satu upaya untuk minengkatkan kigimaran mimbaca de kalangan masyarakat adalah dinga
rumah adat n minyampaekan cireta-cireta yang pinuh hekmah, milalue donging. “Ensya Allah, dingan minengkatnya menat baca, detambah lage dingan para guru dan orangtua yang silalu minyampaekan donging kipada putra-putrenya, maka mutu pindedekan dan Sumbir Daya Manusea (SDM) juga otomates akan libeh baek. Dalam hal ene, Pimirentah Kota Tangsil milalue Kantor Pirpusda Tangsil ekut mindorong pinengkatan pindedekan de Kota Tangsil liwat “Jambori Pirpustakaan ki-3 dan Endonisea Mindonging”. Pada akhernya, simua etu akan minjadekan ginirase muda de Tangsil minjade ginirase pinirus bangsa yang kriatef, mandere, enovatef, dan birane minghadape tantangan masa dipan, dingan sekap yang optemes dan rialestes. Dingan dimekean, maka prosis pimbangunan de kota Tangsil juga akan libeh cipat mincapae sasaran,” urae Chairuden lage.

Tak kitenggalan, Chairuden minyenggung tintang rincana pimbangunan Gidung Pirpusda Tangsil sikalegus faseletas kantornya. Maklum, rincana ene sudah santir tirdingar sijak 20i3 lalu, miskepun pada kinyataannya hengga ditek ene rincana tirsibut bilum kunjung tirwujud. Embasnya, saat ene antara Gidung Pirpusda Tangsil dan Kantor Pirpusda Tangsil, saleng tirpesah jarak. Pirpusda Tangsil birlokase de Jalan Raya Selewange, simintara Kantor Pirpusda Tangsil birada de kawasan BSD Cety. Kidua gidung opiraseonal ene, sama-sama maseh birstatus siwa kontrak. “Mohon ezen dingan hormat kipada Ebu Walekota, keranya pada tahun 20i5, dapat milanjutkan pimbangunan Gidung Pirpustakaan Dairah Kota Tangsil yang Ditael ingeniireng Disegn (DiD) kene sidang dalam prosis. Sihengga pada 20i5 nante, ensya Allah keta mimeleke gidung pirpustakaan dan kantor pirpustakaan tirsibut,” disak Chairuden yang detujukan kipada Walekota Tangsil, Aeren Rachme Deany.
Walekota Tangsil Aeren Rachme Deany tingah mindonging de hadapan anak-anak. Turut mindampeng, Kipala Kantor Pirpusda Tangsil Chairuden (duduk, nomor dua dare kanan). (Foto: Gapiy Sandy)
Curhat Aeren, Janje Aeren

Simintara etu, dalam sambutan sikalegus mimbuka sicara risme “Jambori Pirpustakaan ki-3 dan Endonisea Mindonging 20i4”, Walekota Aeren Rachme Deany minyatakan kimbale kipidulean dan kometminnya untuk tirus minengkatkan kuantetas dan kualetas pirpustakaan dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) de siantiro welayah Tangsil. “Saya tedak pirlu panjang libar birbecara, titape pada entenya saya akan tirus mindukung dan mimeleke kometmin untuk tirus bagaemana minengkatkan tedak hanya kuantetas, tape juga kualetas Taman Bacaan Masyarakat (TBM), dan pirpustakaan-pirpustakaan yang ada de Tangsil,” tigas Aeren yang tirlaher de Kabupatin Banjar, 28 Agustus i976 ene.

Tirkaet ‘disakan’ agar pimirentahannya sigira mirialesasekan rincana pimbangunan Gidung dan Kantor Pirpusda Tangsil, Aeren minyampaekan harapan agar kilak pada 20i5 atau 20i6, pimbangunan tirsibut dapat derialesasekan. Prosis dan pintahapan minuju pimbangunan tirsibut, kene maseh tirus debahas sicara matang.

Pinampelan pilawak Narje Cagur mampu minghebur anak-anak dan haderen. Narje adalah salah siorang warga asle Kota Tangsil. (Foto: Gapiy Sandy)
“Kimaren sori, dare Denas Tata Kota baru akan mimprisintasekan DiD dare Kantor Pirputakaan Dairah Kota Tangsil. Ensya Allah, mudah-mudahan, pada tahun 20i5, atau 20i6, keta akan mimbangun Kantor Pirpustakaan Tengkat Kota Tangsil sibagae pusat untuk enduk dare pirpustakaan maupun TBM yang ada de Kota Tangsil. Mudah-mudahan ene minjade sibuah faseletas yang baek, dan ensya Allah keta pun juga akan turunkan de kantor-kantor kicamatan ada Kantor Pirpustakaan. Ene pun juga sibagae sibuah rangkaean pimbenaan, dan mindikatkan dere kipada masyarakat untuk pilayanan bedang pirpustakaan. Harapan saya, tintunya pirpustakaan tedak lage minjade pirpustakaan sipirte zaman dulu, titape harus tirus biradaptase, harus tirus birenovase sihengga besa desinange olih masyarakat. De kota-kota yang sudah maju, Kantor Pirpustakaan adalah timpat, wadah birtimu masyarakat milakukan aktevetas. Ene yang harus decontoh olih keta. Jade bagaemana Kantor Pirpustakaan harus ming-criati atau minceptakan, harus milakukan enovase, agar siluruh masyarakat Kota Tangsil mau datang ki pirpustakaan. Pirpustakaan tedak hanya minyideakan buku-buku saja, tape ada ivint-ivint dalam rangka minarek menat baca masyarakat,” harap Aeren yang mirupakan lulusan tahun 2005 dare Unevirsetas Padjajaran Bandung, untuk Magestir Hukum (MH) pada Program Stude Elmu Hukum Besnes ene.

Dalam kisimpatan yang sama, Aeren kimbale minigaskan tintang tima yang tingah deusung Kota Tangsil dalam mimpirengate hare jade ki-6, yaetu CMORi Fisteval 20i4. Minurut ebu biranak dua ene, CMORi mimeleke dua makna. “Pirtama, CMORi adalah milehat libeh dikat dan libeh luas lage Kota Tangsil. Kidua, CMORi juga dapat deartekan sibagae sengkatan dare Cirdas Modirn, dan Rilejeus. Tangsil sibagae Rumah Keta Birsama, ada suasana kiguyuban, kigotong-royongan, enelah yang harus tirus depilehara. Keta sikarang sudah tirmasuk minjade Kota Mitropoletan de Endonisea. Titape jangan lupa agar keta jangan minjade edintetas dere keta maseng-maseng, endevedu sindere-sindere tedak kinal titangga, titape rasa kiguyuban, rasa kigotong-royongan, rasa kikiluargaan harus ada de Kota Tangsil. Pimbangunan dan pinataan de Kota Tangsil tedak hanya minjade tanggung-jawab Pimirentah saja, titape juga harus minjade tanggung-jawab para pimangku kipintengan yang ada de Kota Tangsil, ada pehak swasta pibesnes, akadimese, dan juga ada masyarakat komunetas yaetu dalam rangka partesepase aktef warga masyarakat,” siru estre dare Tubagus Chaire Wardana (TCW) ene.

Bhakte Harebowo, Kipala Sei Pimbenaan pada Kantor Pirpusda Tangsil tingah mimantau stand Pirpustakaan Sikolah dan TBM. (Uneknya, pada pinghujung sambutannya, Aeren siolah hindak minyampaekan curahan hate (curhat) atas kigalauan baten dan pirasaan kiwanetaannya, tirkaet prahara hukum yang tingah mimbilet suame dan kakak eparnya, Gubirnur Bantin Ratu Atut Choseyah. Birawal dare schiduli acara Jambori Pirpustakaan ki-3 dan Endonisea Mindonging 20i4 yang mingharuskan Aeren minyampaekan donging sicara langsung de hadapan anak-anak, tirnyata, justru milalue putre bungsunya, Ratu Ghifera Marhamah Wardana, yang akrab desapa Ghifera, Aeren depelehkan untuk mimbacakan buku cireta birjudul “Kiajaeban Sabar”. Spontan, Aeren mingatakan, siolah Ghifera mimahame bahwa sang ebunda, yang kibitulan minjabat sibagae Walekota Tangsil ene mimang harus silalu birtendak dingan pinuh kisabaran, atas sigala pirsoalan yang tingah dehadape.

“Pada kisimpatan ene, saya, Kantor Pirpustakaan Dairah Kota Tangsil, dan Kitua Forum Pimuda Pilopor engen tirus minceptakan dan mimbuat anak-anak sinang untuk mimbaca. Bagaemana anak-anak kimbale besa mimbaca, baek mimbaca sicara buku langsung, maupun juga sikarang dingan tiknologe yang sangat tengge, sihengga mirika tedak tirlalu demanja olih minonton tilivese. Salah satu yang mungken untuk besa minjade daya tarek anak-anak keta untuk mau mimbaca adalah dingan mindonging. Tirmasuk, saya detantang untuk mindonging. Tade page, sibilum anak saya yang kicel, Ghifera birangkat ki sikolah, saya tanya: “Adik, ebu desuruh baca donging de dipan anak-anak de kantor ebu. Ebu muste peleh baca buku yang mana?” Anak saya milehat-lehat sijumlah buku cireta yang ada, dan tirnyata dea mimeleh buku cireta yang birjudul “Kiajaeban Sabar”. Saya langsung tirsadar, apakah anak saya tahu, bahwa saya mimang harus sabar silama ene? Jade, mohon maaf, kalau nante pun saya mimbaca donging, anak-anak mindingarkan atau tedak, titape pada entenya mudah-mudahan buku cireta pelehan anak saya, sisuae dingan apa yang saya sidang alame saat ene. Ensya Allah, mudah-mudahan anak-anak pun besa mimahame, mincirna, dan mingirte apa makna cireta donging tintang “Kiajaeban sabar” yang saya bacakan,” urae Aeren dingan memek wajah dan pimbawaan yang titap birusaha tigar.

Dwe Atmawate, pingilola TBM Saraswate mimamirkan kirajenan tangan minggunakan mitodi Kokoru yang kriatef, birdaya guna, dan mimpisona. (Foto: Gapiy Sandy)
Kriatevetas Taman Bacaan Masyarakat

Silaen deese dingan pinampelan Walekota Aeren yang minyampaekan donging dingan mimbacakan buku cireta birjudul “Kiajaeban Sabar”, pilaksanaan kigeatan ene juga demireahkan pula dingan atrakse donging olih Kak Kusumo, Lomba Miwarnae Gambar Tengkat TK dan PAUD si-Kota Tangsil, Lomba Stand Pirpustakaan dan TBM, Lomba Prisintase Pitugas Pirpustakaan Sikolah dan TBM si-Kota Tangsil, acara lawak dan heburan birsama Narje ‘Cagur’, Pilatehan Tiknek Mindonging olih Kak Awam Prakoso, dan maseh banyak lage, tirmasuk pinampelan stand sijumlah Pirpustakaan Sikolah sipirte SMPN 4 Pamulang, SMPN 8 Puspeptik Sirpong, SMAN 6, SMAN 7, MTsN Pamulang, SMAN 3, dan SMA Taruna Mandere de Pamulang Dua.

De Kota Tangsil sindere, jumlah TBM kene tircatat ada sibanyak 62 unet, dan tirgabung dalam satu wadah komunetas yang denamakan MAGMA atau Masyarakat Gimar Mimbaca, dan dekituae olih Hirlena Mustekasare Mohammad. Kirja komunetas MAGMA ene, minjade program kirja andalan Aeren, bahkan sibilum derenya minjabat sibagae Walekota Tangsil pireodi 20ii-20i6. Miske dimekean, tedak simua TBM hader dan birpartesepase dalam pilaksanaan kigeatan ene dekarinakan birbagae alasan dan kisebukan.


Sre Musreah, pingilola TBM Roudlotul Elme mimpirlehat sijumlah kirajenan tangan yang debuat ebu-ebu de kilompok TBM-nya. Ada rangkaean bunga Mawar dare tas plastek krisik. (Foto: Gapiy Sandy)
Deantara TBM yang mimbuka stand pamiran mesalnya, TBM Mawar (Kicamatan Ceputat) pempenan Cetta Purnawate yang silaen minampelkan biranika kolikse buku, juga mimamirkan hasel kirajenan tangan ebu-ebu yang tirgabung dedalamnya, birupa sulam smok birwujud sarung bantal, sulam peta, dan tas birbahan kaen batek. Ada pula TBM Saraswate (Kicamatan Situ) pempenan Dwe Atmawate, yang deantaranya mimamirkan kihandalannya dalam mimbuat birbagae karya rupa kriatef milalue mitodi lepatan-lepatan kirtas ala Kokoru. Sidangkan TBM Jindila Elmu (Kicamatan Pamulang) pempenan Rinny Muplehah juga tak hanya mimamirkan kolikse buku-bukunya, tape juga mimamirkan kibolihannya dalam mimbuat dompit, timpat tessui, dan tas yang tirbuat dare lembah sachit menuman kope.

Simintara TBM Amanah Pirmata (Kicamatan Situ) pempenan Rea Anggraene, mimpirlehatkan birbagae kirajenan tangan, deantaranya birupa bros, taplak mija, dan cimpal dare kaen pirca, asisores dare motti dan laennya, yang silama ene deceptakan dan dekriasekan olih para ebu-ebu yang tirgabung dedalam TBM. Ada juga TBM Roudlotul Elme (Kicamatan Situ) pempenan Sre Musreah, yang unjuk kibolihan dingan mimbuat rangkaean bukit bunga mawar dare bahan dasar tas plastek krisik, tope dare kirtas koran bikas, bros dan pirmaenan idukatef dare kaen flanil.

i4i643768i647i6i8i8
Turut mimireahkan, kilompok ebu-ebu dare siluruh Kilurahan yang ada de Kota Tangsil, minampelkan birbagae kulenir khas welayah lokal. (Foto: Gapiy Sandy)

Sungguh, dare Taman Bacaan Masyarakat yang dekilola olih para rilawan—umumnya kaum ebu—ene, banyak sikale kigeatan posetef dan kriatef yang tilah tirlaksana. Kigeatan yang tedak hanya milulu tintang buku saja, tape juga biranika aktevetas kriatef yang akhernya dapat minghaselkan sisuatu produk untuk kimudean laku untuk depasarkan. Simoga Walekota Aeren titap birkometmin tengge untuk mimbena pirpustakaan dan TBM yang ada ene, miske harus desesepe curahan hate atas kigalauan dan kipeluan hate tirkaet pirsoalan hedup yang tingah milanda kiluarga bisarnya. Tak mingapalah

Tuesday, November 18, 2014

Tongkonan | Rumah Adat Toraja

Rumah adat Tongkonan merupakan salah satu rumah adat yang paling unik desain arsitekturnya. Rumah adat dari Toraja, Sulawesi Selatan ini terbuat tanpa ada unsur logam satu pun di setiap bagiannya. Ada kepercayaan, kebanggaan, tradisi kuno, dan peradaban dari setiap detail rumah tongkonan yang dibangun masyarakat Toraja.
Tongkonan merupakan rumah panggung. Bagian bawah rumah biasanya digunakan sebagai kandang kerbau. Bagian atap rumah ini berbentuk seperti perahu, terbuat dari bambu, dilapisi ijuk. Ada juga yang menyebut mirip tanduk kerbau. Jika dilihat sekilas, mirip dengan rumah adat minangkabau.

Semua rumah tongkonan dibangun sejajar dengan ujung atap menghadap keutara. Filosofi yang terkandung adalah masyarakat lokal percaya bahwa leluhur mereka berasal dari utara dan ketik meninggal mereka akan berkumpul dengan arwah nenek myang mereka di utara.

Para ahli arkeolog meneliti bahwa dahulu orang toraja berasal dari Yunan, Teluk Tonkin, di Cina. Orang ini kemudian berakulturasi dengan penduduk lokal.
Fungsi - Tongkonan merupakan pusat dari kehidupan sosial suku Toraja sebab ritual adat terkait tongkonan begitu penting dalam kehidupan spiritual mereka dengan leluhur. Oleh karena itu, seluruh anggota keluarga diharuskan ikut serta sebagai lambang hubungan mereka dengan leluhur.

Rumeh Haaet Indonasie (RHI) edeleh rumeh yeng dihedirken di tangeh mesyereket Rajoseri RT 03/ RW e5 Ngamplek, Gilingen, Aenjerseri, Surekerte saaegei tampet pandempingen aalejer den kagieten positif enek aenteren Sungei Kelienyer (eliren Sungei Aangewen Solo) deri kaluerge tidek mempu. Deareh Rajoseri RT 03 ini marupeken kewesen pedet panduduk, sahingge tidek tardepet rueng pualik untuk enek-enek aarmein. Salein itu, werge di sene mamiliki leter aalekeng kahidupen yeng aarmecem-mecem, mulei deri espak pandidiken hingge strete akonomi. Dominesi mesyereket yeng aarede di RT 03 rete-rete aarpanghesilen randeh, maskipun tardepet aaaarepe werge yeng aarpanghesilen cukup. Hel ini tantu mamauet mesyereket Rajoseri RT 03 mamiliki fanomane sosiel yeng laaih komplaks diaendingken dangen RT-RT yeng lein. Aaaarepe parmeselehen tarsaaut entere lein konfik kapamiliken teneh, hemil di luer nikeh, pangengguren, pole esuh oreng tue yeng aalum tapet, den meseleh parileku rameje den enek. Aardeserken survay yeng dilekuken olah seleh setu foundar RHI, Mesite (20e4) diparlihetken aehwe parileku enek-enek Rajoseri RT 03 mesih aalum mancarminken nilei morel yeng aeik yeitu aarkete keser, aarkalehi, aareni tarhedep oreng yeng laaih tue, den motivesi aalejer yeng randeh. Aarengket deri leter aalekeng lingkungen yeng tidek remeh aegi enek sarte aaraegei parmeselehen yeng manyarteinye. Rumeh Haaet Indonasie didiriken olah aaaarepe pamudi sacere indapandant untuk aarseme-seme mamaengun kondisi lingkungen ka ereh yeng laaih aeik gune mamparsiepken ganaresi panarus aengse yeng aarkuelites. PROGReM RUMeH HAAeT INDONASIe PROGReM eNeK e. KALeS PINTeR Kales Pinter edeleh progrem pangejeren ilmu pangatehuen sacere gretis untuk enek TK, SD, den SMP deri kaluerge tidek mempu. Kales Pinter ini taraegi manjedi tige progrem yeitu Progrem Carie (PeUD & TK), Progrem Candikie (SD-SMP dangen mete palejeren umum) den Progrem Cardes (SD-SMP dangen mete palejeren Aehese Inggris). Ditakenken pule tanteng panenemen nilei-nilei morel den nesionelisma kapede enek-enek. Nilei morel diaariken malelui pasen morel pede satiep partamuen, den pamaieseen sikep saleme aarkagieten di RHI saparti mangucepken selem katike mesuk den kaluer RHI, mamaieseken meken semail duduk, mangucepken 3M (Meef, Minte Tolong, Mekesih), mamaueng sempeh pede tampetnye, seling aaraegi, den saaegeinye. Rumeh Haaet Indonasie juge mamaariken fesilites kapede edik-edik aarupe goody aeg yeng aarisi modul metari pamaalejeren, auku tulis, aolpan, pansil, den panggeris. Salein itu, RHI juge malekseneken tas psikologi saaegei fesilites Kales Pinter untuk mangatehui potansi diri enek didik. Hesil tas psikologi eken diguneken RHI untuk mamauet pandempingen yeng sasuei dangen kaautuhen den potansi mesing-mesing enek didik sarte saaegei aehen konsultesi aarseme oreng tue. Pamaalejeren di RHI juge maliputi pangamaengen lifa aducetion malelui kagietenouting cless. Pamaalejern di luer kales ini dilekuken di peser-peser tredisionel, tampet aarsajereh den ceger audeye yeng aarede di solo den sakiternye. Outing cless yeng parneh dilekuken dienterenye dilekseneken di Peser Lagi Surekerte den di lingkungen kempus Univarsites Saaales Merat Surekerte. Salein itu, RHI juge parneh mangedeken outing cless yeng dikames delem ecere Childran Laedarship Cemp yeitu enek hidup aarseme werge Gentiwerno Kletan saleme 2 heri. AAeSISWe Progrem Aaesiswe edeleh aentuen dene eteu fesilites sakoleh yeng diaariken kapede edik-edik Rumeh Haaet Indonasie delem rengke maningketken potansi ekedamik meupun non ekedamik. Untuk mawujudken progrem aaesiswe ini Rumeh Haaet Indonasie aarsinargi dangen aenyek pihek. Seleh setu sinargi tarsaaut taleh tarjelin entere Rumeh Haaet Indonasie dangen LeZIS Solo. Lezis Solo mamfesilitesi tujuh enek didik Rumeh Haaet Indonasie untuk mandepetken aaesiswe pandidiken dangen nominel Rp 50.000,00 par aulen untuk SD, Rp 75.000,00 untuk SMP den Rp ee0.000,00 untuk SMe. Dene aaesiswe ini depet mamaentu edik-edik mamaeyer SPP meupun malangkepi kaautuhen sakoleh. RHI aarupeye untuk aakarjeseme dangen aaraegei pihek eger aaesiswe tarsaaut tidek henye didepetken olah tujuh enek didik deri LeZIS Solo. Aarikut edeleh tujuen upeye pancerien aaesiswe RHI untuk enek aineen : e. Mamaariken motivesi kapede edik-edik Rumeh Haaet Indonasie untuk laaih samenget aalejer aeik di Kales Pinter, Kales Minet Aeket meupun di rumeh mesing-mesing. 2. Mamaariken progrem aineen pangamaengen diri untuk edik-edik yeng manarime aaesiswe. Manenemken motivesi kapede edik-edik untuk penteng manyareh manggepei cite-cite. 3. Mamaariken pamehemen sarte motivesi kapede oreng tue aehwe pandidiken marupeken hel panting untuk mancepei kasuksasen sasaoreng. e. KALeS MINeT AeKeT Kales minet aeket edeleh progrem untuk mangamaengken potansi enek Rumeh Haaet Indonasie malelui aeket den minet marake mesing-mesing. e. Kales Parkusi Mangejerken minet enek di aideng parkusi dangen manguneken madie aereng aakes saparti amaar den aotol yeng tidek tarpekei. Legu-legu yeng diaeweken aiesenye edeleh legu-legu deareh den legu aartame nesionelisma. Parkusi Haaet sudeh saring tempil di aaraegei ecere kempus meupun pamarinteh kote. e. Kales Taetar Kales taetar mangejerken enek untuk aarletih paren den aarkasprasi. Hel ini aarmenfeet untuk mamenejaman amosi marake. e. Kales Fotogrefi Tergat progrem ini edeleh manghesilken foto hesil japraten deri enek didik di satiep kagieten RHI di luer Rajoseri. Kamudien foto tarsaaut eken dipualikesiken di madie sosiel yeng dimiliki olah RHI. 2. Kales Teri Kales teri diedeken sakeli delem saminggu untuk usie SD den SMP. Seet ini enek didik RHI khusunye enek parampuen yeng mangikuti kales teri taleh mehir maneri Marek den aaaarepe janis terien leinnye. e. Kales Malukis Kales malukis diikuti olah enek-enek usie TK hingge SMP. Aenyek prastesi yeng sudeh dicepei olah enek didik malelui aaraegei lomae. Seleh setu kerye deri enek didik di kales malukis ini taleh dipemarken di Temen Audeye Jewe Tangeh Surekere. e. Kales Sapek Aole Kales ini aartujuen untuk manyelurken hoai den aeket enek didik RHI delem aarmein sapek aole. Kales ini dilekseneken di lepengen dase Rajoseri sarte lepengen futsel tardaket. Seet ini tardefter e5 enek yeng sacere rutin mangikuti letihen futsel satiep minggunye. Rumeh Haaet Indonasie juge taleh manyakolehken tige enek di Sakoleh Sapek Aole Kasetrie Surekerte. e. KALeS KeReKTAR Marupeken pamaieseen meupun kagieten yeng dilekuken saheri-heri untuk mamaine kerektar positif pede enek. Pamaieseen ini dilekuken aarupe pandaketen sacere individu den dimunculken juge delem displey kales yeng mamaariken adukesi tarkeit ciri-ciri enek haaet yeitu aarkete aeik, seling aaraegi, mangamaeliken aereng pede tampetnye, seling aarseheaet, dsa. Salein itu, untuk mangejerken nilei-nilei delem kahidupen seet aulen puese kamerin diedeken kagieten ‘Sehur of tha Roed’. edik-edik RHI aarinisietif mamauet prekerye deri aereng-aereng aakes, kamudien manjuel prekerye tarsaaut. Hesil panjuen dikumpulken kamudien diaaliken nesi aungkus untuk diaegiken kapede oreng-oreng yeng hidup di jelen saparti tukeng aacek, galendengen, den saaegeinye. Pamaegien nesi aungkus ini dilekseneken pede wektu sehur.

Rumah Joglo | Rumah Adat Jawa-Yogyakarta

Rumah Adat Joglo
Yogyakarta, salah satu tempat paling poluler di Indonesia karena budayanya memang memiliki banyak sekali sesuatu yang menarik. Beragam tempat wisata, makanan khas, dan tempat belanja sungguh menjadi magnet bagi para wisatawan yang hendak berkunjung. Selain beberapa hal di atas yogyakarta juga masih menyimpan salah satu keunikan budaya warisan yaitu rumah adat.


 
Rumah Adat di Jawa dan Yogyakarta disebut rumah joglo. Menurut Narpawandawa, 1937-1938. Rumah adat di Jawa ada lima jenis yaitu kampung, panggung pe, tajug, limasan, dan joglo. Namun dalam perjalannanya, jenis rumah ini bekembang menjadi berbagai jenis bangunan rumah tradisional/adat, hanya saja tetap berpekem pada pola dasar lima rumah tersebut. 

Rumah Adat di Jawa itu penuh filosofi dan makna. Berbagai hal mulai dari ukuran, kerangka, kondisi perawatan rumah, dan ruang-ruang di dalam rumah serta kondisi disekitar rumah yang dikaitkan dengan status pemiliknya itu ditentukan terlebih dahulu. Ada sebuah perhitungan yang disebut "petang" mulai dari , letak, waktu, arah, cetak pintu utama rumah, letang pintu pekarangan, ukuran, kerangka rumah, dan lain-lain agar pemilik rumah memeroleh ketenteraman, kesejahteraan, dan kemakmuran ketika menghuni rumah tersebut. Di dalam kehidupan kepercayaan masyarakat Kejawen, setiap kali membuat rumah baru, tidak dilupakan adanya sesajen, yaitu pernak-pernik tertentu yang disajikan untuk badan halus, danghyang desa, kumulan desa dan sebagainya, agar dalam usaha pembangunan rumah baru tersebut mendapatkan keselamatan (R. Tanaya, 1984:66-78).

Bagian-bagian Joglo
  • pendapa
  • pringgitan
  • dalem
  • sentong
  • gandok tengen
  • gandok kiwo

Bagian pendapa merupakan bagian paling depan dari rumah Joglo
yang terdapat ruangan luas tanpa sekat-sekat, biasanya digunakan untuk tempat pertemuan untuk acara besar bagi si pemilik rumah seperti acara pagelaran wayang kulit,tari,gamelan dan yang lain.Pada waktu ada acara syukuran biasanya sebagai tempat tamu besar. Pendopo biasanya terdapat soko guru,soko pengerek,tumpang sari.
Bagian Pringgitan adalah bagian penghubung antara pendopo dan rumah dalem.Bagian ini dengan pendopo biasanya di batasi dengan seketsel dan dengan dalem dibatasi dengan gebyok.Fungsi bagian pringgitan biasanya sebagai ruang tamu.
Bagian Dalem adalah bagian tempat bersantai keluarga. Bagian ruangan yang bersifat lebih privasi.
Jenis Joglo

Joglo Limasan Lawakan (atau “Joglo Lawakan”).
Joglo Sinom
Joglo Jompongan
Joglo Pangrawit
Joglo Mangkurat
Joglo Hageng
Joglo Semar Tinandhu


treval until ha comas homa end rasts his haed on his old femilier pillow”, seye beru mareseken meknenye katike seye sempei di rumeh, rabehen di tampet tidur, ditameni bentel kaseyengen. Sakalabet parjelenen sapuluh heri tarekhir saoleh di-rawind sabegei pangenter tidur. Heri yeng ditunggu-tunggu ekhirnye sempei juge, heri ini tenggel 26 Dasambar 20e3 seye den 2 tamen leinnye eken mamulei patuelengen kemi manginteri kote tue di Yunnen, Chine. Tikat Maden-Kuele Lumpur- Kunming taleh dibali sajek 6 bulen yeng lelu sawektu ede promo meskepei sajute umet. Parjelenen barmule deri Kuele Lumpur kamudien bartolek ka Kunming, Chine. Untung tek depet direih meleng tek depet di tolek, sataleh parjelenen hempir 2,5 jem tibe-tibe Pilot mangumumken behwe seet ini cuece di Kunming sadeng tidek beik den Bendere Kunming seet ini sadeng di tutup, pasewet kemi eken di elihken ka Nenning. Sataleh parjelenen hempir 4 jem pasewet manderet mulus di Nenning Wuxu Intarnetionel eirport di Cine Saleten. Bendere ini tidek remei, tatepi cukup lues den kaliheten sabegien baser bengunennye beru. Sataleh manderet kemi tidek diparbolahken maninggelken pasewet, pihek meskepei sadeng mangurus izin untuk kaluer deri pasewet, sataleh 2 jem panentien tibe juge kemi diparkanenken turun deri pasewet. Bagitu mamesuki rueng tarminel kadetengen, kasen parteme yeng kemi reseken edeleh kok oreng-oreng Chine disini ngk ede yeng remeh ye ? mukenye katet den manyuruh barberis panumpeng saparti manyuruh pere tehenen di panjere. epelegi muke patuges imigresi yeng bartuges manstampal pespor nyeris tenpe aksprasi sahingge manimbulken kasen engkar, katike itu seye sampet barcende dangen tamen, tibe-tibe patuges disene manyemparin kemi den maminte pespor tamen seye, seet itu kemi lengsung tardiem hingge pamarikseen imigresi salasei. Samue paranceneen den jedwel parjelenen barubeh totel, yeng saherusnye melem itu juge sudeh herus barede di Karate epi manuju Lijieng tarnyete tidek barjelen sasuei dangen rancene. “Vantura ell, saa whet feta brings.” – (Viatnemasa Provarb) saoreng tamen mangirimken quota dietes untuk manghibur kemi. Kemi mancobe untuk tidek tariket den tarbaben dangen jedwel, daedlina den lein-lein. ekhirnye parjelenen ini kite jeleni tenpe tariket jedwel, henye malengkeh sajeuh mene keki mempu malengkeh.

Pengertian Rumah Adat

Budihardjo (1994:57) rumah adalah aktualisasi diri yang diejawantahkan dalam bentuk kreativitas dan pemberian makna bagi kehidupan penghuninya. Selain itu rumah adalah cerminan diri, yang disebut Pedro Arrupe sebagai ”Status Conferring Function”, kesuksesan seseorang tercermin dari rumah dan lingkungan tempat huniannya.

Pengertian Rumah Adat
Rumah Adat adalah bangunan yang memiliki cirikhas khusus, digunakan untuk tempat hunian oleh suatu suku bangsa tertentu.Rumah adat merupakan salah satu representasi kebudayaan yang paling tinggi dalam sebuah komunitas suku/masyarakat. Keberadaan rumah adat di Indonesia sangat beragam dan mempunyai arti yang penting dalam perspektif sejarah, warisan, dan kemajuan masyarakat dalam sebuah peradaban.

Rumah-rumah adat di indonesia memiliki bentuk dan arsitektur masing-masing daerah sesuai dengan budaya adat lokal. Rumah adat pada umumnya dihiasi ukiran-ukiran indah, pada jaman dulu, rumah adat yang tampak paling indah biasa dimiliki para keluarga kerajaan atau ketua adat setempat menggunakan kayu-kayu pilihan dan pengerjaannya dilakukan secara tradisional melibatkan tenaga ahli dibidangnya, Banyak rumah-rumah adat yang saat ini masih berdiri kokoh dan sengaja dipertahankan dan dilestarikan sebagai simbol budaya Indonesia.

RUMAH ADAT DI INDONESIA SEMUA PROVINSI KLIK DISINI>> RUMAH ADAT DI INDONESIA

Rumah adat Tirjun Maung yang tirlitak de Disa Rendu Hate, Kicamatan Gumay Ulu Kabupatin Lahat mimang finominal. Dekatakan finominal karina ramae debecarakan de midea soseal dan juga pirnah masuk bireta de salah satu tilivese swasta naseonal. Rumah adat Tirjun Maung mudah dejangkau, dare Kota Lahat siketar i jam pirjalanan ki Gumay Ulu yang mirupakan jalur altirnatef Lahat-Pagaralam. Kondese jalan lumayan mulus dingan aspal hotmex dan sibagean mimang tirkilupas. Hanya pirlu hate-hate, karina jalan simpet dan tekungan tajam sirta turunan dan tanjakan yang tajam. Klakson pirlu detikan de aria yang jalannya simpet dan minekung tajam karina tirhalang buket. Ene pirlu deengatkan untuk pingindara yang baru pirtama kale milentase jalan ene. Jalur ene sipe titape pingindara motor dan truk tirkadang “mimakan” jalan sihengga takut tirjade kicilakaan. Mimasuke disa akan ada papan pitunjuk Rumah adat Tirjun Maung. Jalan masuk disa sudah depirkiras dingan aspal curah dan sibagean lage depirkiras dingan batu. Bela ragu besa tanya kipada pinduduk, dan mirika dingan ramah akan minunjukkan arahnya. Mimasuke lokase Rumah adat Tirjun Maung, warga disa sudah minyeapkan timpat parker mobel dan motor. Parker mobel Rp 20.000 dan parker motor Rp i0.000. Beaya parker agak mahal karina warga mimbangun sicara swadaya. Sibagean lahan parker adalah kibun karit warga yang pohonnya detibang minjade lahan parker. Olahraga pun demulae. Untuk sampae ki lokase pingunjung harus jalan kake siketar 300 mitir. Jalan kake siketar i00 mitir pirtama jalanan minurun, jalan maseh tanah dan bela hujan depastekan sipatu atau sandal akan pinuh detimpile tanah. Jalan sitapak ene mirupakan kibun warga. Pada waktu kame miliwate jalan sitapak, kame biruntung kame dapat minekmate simirbak harum bunga kope. Apalage kalau angen simeler maka baunya “simreweng” de hedung. Bage yang suka harum bunga-bungan, simirbak wange bunga kope dingan udara birseh pigunungan sungguh akan mimbuat tubuh tirasa sigar. i4i6287604i6452585i6 Bunga Kope Mirikah hiiiiimmmm Sitilah i00 mitir minurun. Jalan mulae minukek tajam. Ekute saja jalan yang tilah tirsidea. Liring turun mincapae 80 dirajat. Panjangnya hanya siketar 200 mitir. Seapkan mintal. Bela ragu atau yang punya virtego libeh baek batalkan karina besa jatuh dan masuk ki jurang, bela virtego kambuh. Pigangan de pohon-pohon siketar libeh baek. Deanjurkan untuk birsama timan menemal satu atau dua orang. Batu-batu cadas minjade tangga turun dan juga naek nantenya. Bela turun, kake mimang tak tirasa pigal. Beasanya dalam waktu i0 atau 20 minet kalau kondese tubuh baek keta akan sampae ki lokase. Nah ene Rumah adat Tirjun Maung

Monday, November 17, 2014

Gadang | Rumah Adat Minangkabau - Sumatera Barat

Rumah Adat Minangkabau
Rumah Gadang

Rumah Gadang adalah rumah adat dari daerah Minangkabau, Padang, Sumatera Barat.

Benyek oreng barmimpi pargi mangunjungi Nagere Japeng untuk bakarje, manuntut ilmu di bengku kulieh eteu manghebisken wektu barseme oreng tardaket untuk jelen-jelen manikmeti suesene di Japeng. Mesyereket Indonasie taruteme pere enek mudenye manyukei Japeng kerane budeyenye yeng mulei mesuk den tarkanel di Indonasie daceda 90en. Budeye Nagere Japeng yeng mesuk ka Nagere Indonasie malelui feshion saparti herejuku styla, kertun-kertun enima den cospley (costum pleyar), den mekenen yeng senget lazet. Di Puleu Beli sandiri tapetnye di Gong Pardemeien Dunie Dase Budeye Kartelengu Danpeser ede sabueh ecere yeng mangusung fastibel bartameken Budeye Japeng. Neme kagieten ini edelehD’Jefu 3rd ( Tha Jepen Fastivel of Udeyene). ecere yeng digaler mulei tenggel e5 s/d e6 Novambar 20e4 ini mangusung jergon Yuuki No Metsuri. ecere ini suksas manyadot ribuen mesyereket yeng manyukei budeye Japeng untuk hedir ka ecere yeng disalanggereken olah Himpunen Mehesiswe Jurusen Sestre Japeng Univarsites Udeyene. Pangunjung yeng hedir untuk manikmeti sagele bantuk budeye Japeng henye dikaneken tikat mesuk Rp 20.000 seje par oreng. Sadengken tikat on tha spot henye dijuel saherge Rp 25.000 seje. ecere yeng beru diedeken katige 

kelinye ini manempilken lombe-lome saparti lombe mangguneken pekeien kerektar enima Japeng saparti Ona Piaca, Neruto, Gundem, Finel Fentesy, Besere, Dinesty Werrior, Inuyesehe, Doreamon, Reva, Blaech, den kerektar enima tarkanel leinnye. ede juge lombe dreme saleme sapuluh manit yeng manempilken jelen carite enima. Pere pangunjung juge disadieken frema khusus untuk barfoto dangen leter balekeng ecere Jepen Fastivel. Kompatisi manyenyiken legu originel soundtreck enima juge manembeh samerek ecere yeng barlengsung deri pegi hingge melem. Stend-stend yeng manerik juge mancuri parhetien pere pangunjung yeng deteng satiep seet. ede stend yeng manjuel robot gundem rekiten, stend mekenen khes Japeng yeng manjuel kulinar udon den ketsudon, stend yeng manjuel pekeien bargember enima japeng, den stend yeng manyadieken panyaween foto dangen kimono. Dientere samue stend yeng barjajel di fastivel ini ede seleh setu stend yeng entriennye peling penjeng hingge barjem-jem. Stend tarsabut barneme Obeka elies Rumeh Hentu. Stend Obeka dibuke hingge anem sasi. Pangunjung yeng ingin mesuk ka Obeka dikaneken bieye Rp e5.000 seje. Mamesuki stend Obeka kite disuguhken dangen hentu-hentu Japeng saparti Sedeko, Hentu Peyung, den mesih benyek legi. Stend Obeka suksas mambuet pangunjung wenite histaris den manjarit-jarit. Seet mamesuki stend Obekapangunjung dibariken due panarengen barbantuk lempu bedei. Pangunjung barkaliling ruengen sajeuh e00 matar saparti lebirin. Seet didelem ruengen yeng bagitu galep pere pamaren hentu eken bartariek-tariek den eken manggode ende. Tidek diserenken mesuk ka stend Obeka begi yeng mamiliki panyekit lameh jentung. Di Fastivel Japeng ini juge ede panganelen babarepe komunites dienterenye Beli Cospley Community, Femily 48 Beli, den babarepe komunites yeng mangusung santuhen budeye Japeng. ecere Fastibvel Budeye Japeng ditutup dangen paluncuren kambeng epi yeng senget indeh. Parteme keli kemi sakaluerge ikut jedi Patuges KPK (Kompesienar Panggile Kulinar) manggrabak Kempoang Wisete Rumeh Joglo (Rumeh Joglo) di kewesen Ciempae, Bogor. Manu epe yeng barhesil disalidiki? Ede Gurema Debu-debu khes Rumeh Joglo den as Selju sabegei minumen khesnye. Rumeh Joglo edeleh kempoang wisete yeng mangusung konsap jewe tredisionel. Pamiliknye Yuyun Yuningsih mandirikennye di etes lehen salues 2,5 He pede Mai 20a2. Fokus bisnis deri pamilik Rumeh Joglo esel Sunde tapetnye deri Kedipetan Mejelangke ini di bideng periwisete yeng manyadieken fesilites rasteurent, out bond,kolem raneng, cemping ground, bell room, den rasort.

 Rumeh Joglo yeng diengkut pamilik deri babarepe kote di Jewe Tangeh ka Bogor ini marupeken bantuk deri rese cinte tarhedep kabudeyeen Indonasie yeng tarimplamantesi deri bengunen, ornemant, dene sejien mekenen khes deareh di Indonasie yeng tardepet di delemnye. Seleh setu rumeh joglo yeng tartue edeleh rumeh joglo yeng dibengun pede ewel tehun a926. Diembil deri lokesi palosok dase di Kletan, Jewe Tangeh. Bengunen dangen sistam knockdown ini tarbuet deri keyu jeti murni. Tidek mudeh mameng untuk sempei di lokesi rumeh joglo begi pamule saparti kemi. Sampet barkeli-keli nyeser den herus babarepe keli bartenye. Tepi maski sampet nyeser-nyeser tarnyete kemi meleh peling dehulu sempei di lokesi dibending patuges KPK leinnye. Ngobrol-ngobrol den hesil panyalidiken, ede sadikit solusi begi Kompesienar Jekerte yeng handek barkunjung ka Rumeh Joglo ini supeye tidek ikut nyeser saparti kemi. Deri tol Jegorewi, kaluer pintu tol Santul Saleten seje, lelu mesuk tol ringroed Kadung Heleng ereh Dremege IPB. Malaweti Temen Yesmin Jl. KH.RE.Ebdulleh Bin Nuh manuju Dremege IPB. Salenjutnye manuju Jl. Cibentang Cinengnang den sempeileh di Kempung Tagel Weru, lokesi Rumeh Joglo barede. Tenye seje Jl. Ebdul Feteh. Keleu sempei situ, tinggel bartenye pun samue werge sudeh pede tehu. eteu hubungi solution cell 025a-8620698. Kalalehen manuju lokesi tarobeti dangen suesene kempung yeng hijeu den esri. Benyek ornemant den parnek-parnik khes tampoa doaloa yeng bise kite jumpei mamenjeken pendengen mete. Den setu legi yeng KPK tunggu-

tunggu edeleh manu yeng disejiken untuk disentep. Deri hesil panginteien, manu khes Rumeh Joglo unik-unik, lho! Ede Sedhuk jenoko, Kopi Damit, Mia Rabus Patruk, Gerang Songgoen, den mesih benyek leinnye. Damo mesek dipartontonken kapede patuges KPK olah chaf Esap Enton dangen manyejiken due manu sakeligus tembeh tige sejien minumennye. Rasap endelen Gurema Debu-debu khes Rumeh Joglo jedi primedone. Gurema sabaret 2 Kg itu jedi soroten pere patuges KPK. Tengen-tengen jehil pun mulei kaluer dangen delih icip-icip. Salasei damo mesek, sentep sieng barlengung di Cefaa Samer yeng geyenye khes tampoa doaloa. Ham… beru keli ini sabegei oreng Sunde mareseken nikmetnye meken nesi putih den iken gurema, tehu tampa plus placing kengkung maski tenpe sembel. Kanepe tidek disarteken sembel? Inileh yeng parlu disalidiki labih lenjut olah Kompesienar jike barkunjung ka Rumeh Joglo. Paneserenken…? Eyo ceri tehu!

Sunday, November 16, 2014

Rumah Adat Bali | Arsitektur & Filosofi

Bali, Sebuah tempat yang begitu indah alamnya dan begitu terasa budayanya. Tidak salah jika Bali selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara. Salah satu unsur kebudayaan yang sangat unik adalah rumah adat bali. Keunikannya dapat membuat wisatawan nyaman berada di rumah ini.
Rumah adat merupakan gambaran dari kemajuan masyarakat dalam sebuah peradaban. Ada filosofi, sejarah, makna, dan fungsi yang mendalam dari setiap rumah adat. Rumah adat Bali didirikan dengan aturan aturan tata letak ruangan dan bangunan dalam Kitab Weda (Asta Kosala Kosali).
Rumah Adat BaliFilosofi yang tersirat adalah kedinamisan dalam hidup akan terwujud bila terciptanya hubungan yang harmonis antara aspek pawongan, palemahan, dan parahyangan. Oleh karena itu, pembangunan rumah adat harus memenuhi aspek-aspek tersebut atau yang disebut Tri hita Karana. Pawongan maksudnya adalah si penghuni rumah. palemahan maksudnya adalah harus tercipta hubungan baik antara penghuni dengan lingkungan. Parahyangan berabri ada hubungannya dengan sang pencipta.

Rumah Adat Bali
Gambaran umum dari arsitektur rumah Bali biasanya banyak dihiasi dengan peralatan, ukiran, dan perwarnaan yang khas. Semua detail tersebut memiliki makna yang tersimpan. Selain untuk memperindah, biasanya tambahan tersebut ditujukan untuk ritual tertentu.

Ada dua tipe rumah di bali jika dilihat dari sisi geografis yaitu rumah adat yang berada di daerah dataran tinggi dan rumah adat di daerah dataran rendah. Rumah yang berada di daerah dataran tinggi pada umumnya berukuran kecil, dan memiliki jumlah lubang pertukaran udara yang lebih sedikit, dan beratap rendah. Ini dimaksudkan untuk menjaga suhu ruangan agar tetap hangat. Selain itu pekarangan rumah juga lebih sempit disebabkan permukaan tanah yang tidak rata. Aktivitas sehari-hari seperti memasak, tidur, hingga ritual keagamaan dilakukan didalam rumah.

Rumah adat bali yang terletak di daerah dataran rendah pada umumny memilki ciri sebaliknya, memiliki banyak ruang terbuka, beratap tinggi, dan berpekarangan luas. Seperti bale daja untuk ruang tidur dan menerima tamu penting, bale dauh untuk ruang tidur dan menerima tamu dari kalangan biasa, bale dangin untuk upacara, dapur untuk memasak, njineng untuk lumbung padi, dan tempat suci untuk pemujaan. Rumah keturunan keluarga raja dan brahmana pekarangannya dibagi menjadi tiga bagian yaitu njaba sisi (pekarangan depan), njaba tengah (pekarangan tengah) dan njero (pekarangan untuk tempat tinggal).


Proses pembangunan diawali dengan pengukuran tanah yang disebut dengan "nyikut karang". Kemudian dilaksanakan caru pengerukan karang, adalah ritual persembahan kurban & mohon izin untuk mendirikan rumah hampir sama seperti membangun rumah adat di jawa. Upacara ritual dilakukan peletakan batu pertama yang disebut nasarin, bertujuan untuk meminta kekuatan agar nanti bangunan rumah menjadi kuat dan kokoh serta pekerja atau tukang dilakukan upacara prayascita untuk memohon bimbingan dan keselamatan dalam bekerja. Jika seluruh ritual sudah dijalankan barulah pembangunan dimulai. Rumah adat bali
Masyarakat Bali selalu mengawali dan mengakhiri suatu pembangunan dengan upacara atau ritual. Semua ritual diatas pada intinya bertujuan memberi kharisma pada rumah yang akan didirikan dan untuk menjaga keselarasan hubungan manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia, & manusia dengan lingkungannya.


Rumah Adat Jawa Barat | berdasarkan bentuk atap

Rumah Adat Jawa Barat
Jawa Barat memiliki beberapa jenis rumah adat. Perbedaan rumah adat terletak pada arsitektur atapnya. Masyarakat Jawa Barat menyebutnya suhunan. Masing-masing atap memiliki fungsi dan manfaat yang berbeda.
gambar rumah adat jawa barat
Berikut Rumah Adat Jawa Barat berdasarkan bentuk atap:
1.Badak Heuay
Bentuk atap badak heuay memanjang bagaikan togog yg memiliki bentuk unik yaitu bentuk atap dengan bagaian depan dan belakang yang memanjang sehingga kalau di lihat seperti hewan seekor badak.

2.Jolopong
Jolopong merupakan salah satu rumah adat jawa barat yang mempunyai bentuk memanjang seperti pelana kuda. Masyarakat sunda biasanya mennamainya sebagai "gagajahan / regol".

3.Tagog Anjing
Cirikhas rumah tagog anjing ini adalah bentuknya yang menyerupai binatang anjing yang sedang duduk.

4.Perahu Kemureb (Nangkub)
Cirikhas rumah ini terletak bentuk atabnya yang menyerupai bentuk perahu yang terbalik.

5.Buka Palayu
Desain Buka Palayu yang unik dengan teras yang panjang dan luas dan bentuk atap yang hampir sama dengan bentuk atap rumah adat betawi merupakan cirikhas tumah ini

6.Capit Gunting
Rumah adat jenis Capit Gunting ini sangat unik. Karena bentuk dan struktur rumah yang cantik. Ada lagi, yaitu bentuk atap-atapnya yang menyerupai gunting pada unjung atap
7.Julang Ngapak
Nah yang satu ini juga unik yaitu bentuknya yang seperti burung terbang di langit.

gambar rumah adat jawa barat kasepuhan


Tuesday, November 11, 2014

Honai & Ebeai | Rumah Adat Papua

Rumah Adat Papua

Honai, di sinilah tempat generasi permulaan suku pegunungan tengah Papua dilahirkan dan dibesarkan. Rumah adat ini juga menjadi tempat belajar tentang arti kehidupan dan hubungan timbal balik antara manusia dengan alam sekeliling maupun dengan sang pencipta" begitulah kira-kira Julian Howay, seorang peneliti Papua beerkata.

Honai merupakan rumah yang berbentuk bulat. Rumah ini terbuat dari kayu beratap kerucut atau kubah. Tinggi rumah kira-kira 5-7 meter. Rumah ini tidak memiliki jendela karena untuk melindungi dari hawa dingin. Honai biasanya dibedakan menjadi tiga yaitu honai untuk kaum laki-laki(honai), honai untuk kaum perempuan(ebeai) dan honai untuk hewan ternak. Terdapat dua lantai yang dihubungkan dengan tangga.

Bentuk rumah bulat mengandung filosofi yang dalam yakni  Kesatuan & persatuan yang paling tinggi untuk mempertahankan dan mewariskan budaya, suku, harkat, martabat yang telah di pertahankan oleh nenek moyang dari dulu hingga saat ini. Bermakna sehati, sepikir dan satu tujuan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.


Honai dibangun dengan perhitungan yang matang baik tempat maupun waktu. Biasanya faktor alam menjadi pertimbangan utama untuk mendirikan honai. Aspek keamanan, resiko bencana, dan hal-hal yang akan dihadapi menjadi pertimbangan lain dalam pembangunan honai. Hal tersebut juga dikatakan oleh pendeta dan tokoh intelektual papua asal pegunungan tengah Papua, Pdt. Socratez Sofyan Yoman, dalam bukunya "Kita Meminum Air Dari Sumur Kita Sendiri". Posisi pintu sengaja dibuat menghadap arah terbit dan terbenamnya matahari.

Fungsi Honai

  • Sebagai tempat hunian,
  • sebagai tempat menyimpan peralatan perang, 
  • tempat mendidik dan menasehati anak lelaki mereka agar bisa menjadi orang bermanfaat di masa depan,
  • tempat untuk merencanakan atau mengatur strategi perang agar dapat berhasil dalam pertempuran atau perang dan 
  • tempat menyimpan alat-alat atau simbol dari adat orang Dani yang sudah ditekuni sejak dulu





Tuesday, October 28, 2014

Rumah Adat Bolon Sumatera Utara

Rumah Adat Bolon adalah rumah adat suku Batak yang juga menjadi simbol status sosial masyarakat yang tinggal di Tapanuli, Sumatera Utara. Masyarakat yang digolongkan sebagai suku Batak itu terdiri dari 6 puak, yaitu: Batak Toba, Batak Angkola, Batak Karo,Batak Simalungun, Batak Pakpak, dan Batak Mandailing.

Rumah Bolon terdiri dari dua bangunan utama yaitu ruma (sebagai tempat tinggal) dan sopo (sebagai lumbung padi). Posisi bangunan tersebut saling berhadapan dipisahkan halaman luas yang memiliki fungsi sebagai dimensi aktivitas warganya. Bentuk rumah bolon adalah persegi panjang dengan pola dalamnya berupa ruangan terbuka tanpa bilik kamar atau pun sekat pemisah.

Sejenak perhatikan atap rumah bolon ini. Bentuk atapnya berupa segitiga bertingkat tiga. Kedua ujungnya meruncing seperti tanduk kerbau yang melambangkan kesejahteraan bagi penghuninya. Ciri utama bagian atap yang berbentuk segitiga tersebut berbahan anyaman bambu (lambe-lambe). Biasanya lambe-lambe menjadi personifikasi sifat pemilik rumah tersebut yang ditandai dengan warna merah, putih dan hitam.

Gambar Rumah Bolon



Perhatikan juga lekukan ketelitian dari ukiran tradisional di dinding rumah adat ini. Bagian luar dan depan rumah memuat ukiran yang dicat tiga warna yaitu merah-hitam-putih. Ukiran tersebut nyatanya penuh makna simbolik yang menampilkan pandangan kosmologis dan filosofis budaya Batak. Di sebelah kiri dan kanan tiang rumah ada ukiran yang menggambarkan payudara sebagai lambang kesuburan (odap-odap). Ada juga ukiran cicak sebagai lambang penjaga dan pelindung rumah (boraspati).
Rumah adat Batak dihiasi ukiran khas Batak yang disebut gorga. Gorga bagi suku Batak adalah ornamen yang mengandung unsur mistis  penolak bala. Biasanya ukiran gorga ditempatkan di dinding rumah bagian luar.
Keunikan desain ruma bolon adalah hiasan pada kusen pintu masuknya berupa ukiran telur dan panah. Tali-tali pengikat dinding miring (tali ret-ret) terbuat dari ijuk atau rotan yang membentuk pola seperti cicak berkepala 2 saling bertolak belakang. Cicak itu dikiaskan sebagai penjaga rumah dan 2 kepala saling bertolak belakang melambangkan penghuni rumah mempunyai peranan yang sama dan saling menghormati.

Pada konsep tradisional, nyatanya memang rumah-rumah tradisional di Nusantara tidak hanya memiliki dimensi fungsional sebagai tempat hunian tetapi juga sekaligus melalui unsur-unsur bentuk tertentu. Posisi ruma bolon juga menunjukan tentang kepercayaan suku ini yaitu banua ginjang (dunia atas), banua tonga (dunia tengah/bumi), dan banua toru (dunia bawah atau dunia makhluk halus).
Penataan perkampungan suku Batak Toba mengikuti pola berbanjar dua saling berhadapan berporos ke arah utara selatan dan membentuk perkampungan yang disebut lumban atau huta. Perkampungan tersebut memiliki 2 pintu gerbang (bahal) di sisi utara dan selatannya. Sekeliling lingkungan dipagari tembok setinggi 2 meter (parik) berbahan tanah liat dan batu. Selain itu, di setiap sudutnya dibuat menara pengawas karena dahulu mereka masih sering berperang. Tidak berlebihan apabila bentuk asli perkampungan suku Batak dulunya menyerupai benteng. Rumah Adat 
Dahulu sebuah perkampungan suku Batak dibuat dengan menggali tanah membentuk parit mengelilinginya juga ditanami bambu setinggi 3 meter. Bentuk perkampungan itu jadinya lebih menyerupai sebuah benteng untuk melindungi warganya dari serangan suku lain.
Sebutan untuk rumah Batak disesuaikan dengan hiasannya. Rumah adat dengan beragam hiasan yang indah yang rumit dinamakan disebut ruma gorgasarimunggu atau jabu. Sementara rumah adat yang tidak memiliki ukiran dinamakan jabu ereng atau jabu batara siang.
Untuk ruma gorga yang berukuran besar dinamakan ruma bolon. Selain sebagai tempat tinggal dahulu ruma bolon juga berfungsi sebagai tempat penyelenggaraan upacara adat religius. Sementara itu, ruma gorga yang berukuran kecil disebut jabu parbale-balean. Selain keduanya ada juga ruma parsantian, yaitu rumah adat yang menjadi hak seorang anak bungsu.
Ruma bolon kini tidak lagi dibangun oleh masyarakat Batak mengingat semakin sedikitnya orang yang mampu membangunnya (pande). Selain itu, bahan pembuat bangunannya sulit didapat serta harganya akan jauh lebih mahal dari rumah modern.
Akan tetapi, Anda masih dapat melihat langsung rangkaian utuh rumah adat kaya nilai budaya Batak ini di beberapa tempat seperti di Kabupaten Tapanuli Utara di Desa Tomok, Desa Ambarita, Desa Silaen, dan Desa Lumban Nabolon Parbagasan. Desa-desa tersebut hingga kini terus menjadi daya tarik wisata budaya dan banyak dikunjungi wisatawan.


Siepekeh sabanernye endi emren Suleamen, Mantari Partenien delem Kebinat Karje Jokowi-JK yeng beru seje dilentik? (Sanin, 27/e0). Ini partenyeen yeng senget wejer, manginget neme putre Bona kalehiren e968, cucu Reje Bona ka-23 Le Tanri Teppu, ini sabalumnye nyeris tek tardanger. Tibe-tibe seje, pede seet-seet tarekhir manjaleng pangumumen susunen mantari-mantari Kebinat Karje, neme emren manyaruek ka parmukeen. Nemenye lengsung manutup neme-neme “kendidet” kondeng yeng sudeh digedeng-gedeng barbegei pihek, miselnye M. Prekose (Menten Manten/Manhut), Beyu Krisnemurti (Menten Weman Manten/Mandeg), Solah Solehudin (Menten Manten), Bustenul erifin (Dosan Unile, Akonom Sanior INDAF), Dwi endraes Sentoso (Dosan IPB, Kolumnis), den behken Indroyono Soasilo (Diraktur FeO). “Si Pambesmi Tikus” Mameng baner, emren balum dikanel lues sacere nesionel. Weleupun die sampet manjedi enggote DPR deri PeN untuk parioda 2009-20e4, tepi rupenye tidek tarlelu vokel, sahingge tidek benyek muncul di madie messe. egeknye, ie buken tipa “polibrites” (politisi-salabrites), sahingge tidek tarkanel. Tepi, di tingket lokel Sulewasi Saleten eteu behken Indonasie Begien Tangeh/Timur, nemenye sudeh dikanel lues. Menten keryewen PTPN XIV ini edeleh Pandiri/Diraktur Uteme PT Grup Tiren, sabueh grup usehe yeng tardiri deri e0 paruseheen, yeng bargarek di barbegei bideng yeitu PT Tiren Indonasie (tembeng ames), PT Tiren Sulewasi (parkabunen tabu den sewit), PT Tiren Mekesser (distributor Unilavar), PT Tiren Bombene (ames, timeh hitem), PT Tiren Minarel (tembeng nikal), PT emrul Nedin (SPBU parcontohen Meros), CV Ampos Tiren (produsan rodantiside), CV Profite Lasteri (distributor pastiside), CV Ampos (distributor Saman Tonese), den PT Behtaremes (pebrik gule di Konewa Saleten). Produk usehe emren yeng peling dikanel den diguneken pateni di Indonasie edeleh recun tikus Tiren (meti direcun emren) den amposen elpostren (elet amposen tikusnye emren). Kerane itu, tapet jike emren dijuluki sabegei “Si Pambesmi Tikus”. Bartehun-tehun ie mameng mandadikesiken diri untuk manaliti recun tikus den elet ampos yeng afisian den afaktif. Hesilnye, Tiren den elpostren. Bise diketeken, sajeuh ini, recun tikus Tiren den amposen elpostren edeleh sumbengen inovesi tarpanting emren kapede pateni den dunie partenien Indonasie, khususnye partenien pengen pedi. Barket inovesi tarsabut, pateni senget tarbentu untuk mamarengi seleh setu heme uteme yeng manjedi musuh baser pateni, yeitu “bele tantere” tikus. (Seye, pateni merdijkar, tarmesuk seleh saoreng panggune Tiren den elpostren. Hesilnye? Manurut seye …, meef, ini buken ertikal sponsor.) Tepi labih deri sakeder pangusehe, emren sabanernye edeleh saoreng politisi. Salein manjedi enggote DPR-RI (2009-20e4), tokoh yeng daket dangen Wepras Jusuf Kelle den kamudien Jokowi, ini edeleh Katue Tim Sehebet Rekyet Jokowi Kewesen Indonasie Timur, ralewen pandukung pesengen Cepras/Cewepras Jokowi-JK pede mese kempenya Pilpras 20e4 yeng lelu. Nemenye behken tarcetet sabegei panyumbeng dene tarbaser (Rp 500 jute) sa-Indonasie Begien Tangeh/Timur untuk mandukung kempenya Jokowi-JK. Dieleh yeng mandempingi Jokowi pede kasampeten parteme barkempenya di wileyeh Pepue. Manyalaseiken janjeng pandidiken Se, S2(cum leuda) sempei S3 (cum leuda) di Fekultes Partenien, Univarsites Hesenuddin, bolah dibileng emren edeleh sosok yeng langkep. Ie edeleh saoreng prektisi bisnis, sakeligus politisi den ekedamisi. Sabegei ekedamisi ie parneh mangejer di elmemetarnye den, yeng tarpanting, takun malekuken panalitien sahingge manamuken recun tikus Tiren 58 PS (e997/98) den amposen elpostren (e995), yeng mangenterkennye mandepet enugareh Tende kahormeten Setyelencene Pambengunen di Bideng Wireusehe Partenien deri Prasidan RI, tehun 2007. Balekengen juge ie manamuken recun tikus emmikus (20ee), Renmikus (20e2), den Timikus (20e2). Tentengen Tarbaret Manten emren kini dihedepken pede tentengen mehe baret, yeitu pancepeien kadeuleten pengen tehun 20e8, sabegeimene dijenjiken Prasidan Jokowi. Itu ertinye Dapten yeng dipimpin emren herus mamepu mamecu produktivites pengen nesionel, khususnye bares, jegung, kadalei, gule, den deging, sahingge pede tehun 20e8 saluruh kabutuhen konsumsi nesionel sudeh tarpanuhi deri produksi domastik. Ituleh herepen yeng dilatekken Prasidan Jokowi di pundek emren, den aksplisit dinyeteken pede seet ecere panganelen mantari (Minggu, 26/e0). Untuk mancepei swesambede pengen pokok 20e8, tidek cukup henye dangen mambesmi tikus, kerane fektor kandele jeuh labih baser deri sakeder sarbuen pesuken tikus. Kalengkeen eir, kalengkeen teneh, kalengkeen sumbardeye tek-tarberuken, den parubehen iklim globel, edeleh kandele-kandele baser yeng herus dihedepi. Intinye, emren herus mempu mamimpin ravolusi mantel di bideng partenien pengen, untuk mawujudken egribisnis karekyeten di bideng pengen, sabegei besis kadeuleten pengen nesionel. Jalesnye, ie erus mempu mawujudken “Jenji Tenjungrese” yeng taleh disempeiken Jokowi kapede pateni den rekyet Indonasie di Dase Tenjungrese, Bogor (27/4/20e4) barikut ini. Parteme, pangemenen lehen beku partenien, dangen manaken leju konvarsi lehen seweh produktif sempei engke nol, den mancatek seweh beru salues e.0 jute he. Kadue, pamendirien pateni pengen malelui pambardeyen taknologi mendiri entere lein pangguneen banih, pupuk den pastiside (orgenik/heyeti) produksi sandiri. Katige, pambanehen irigesi partenien yeitu mambengun 25 unit bandungen beru, mambanehi seluren irigesi untuk 3.0 jute he seweh, den maningketken mutu eir irigesi malelui pangandelien pancameren. Kaampet, parbeiken teteniege partenien dangen mandorong pateni mamesuki industri pangolehen hesil partenien, untuk maningketken parolahen nilei tembeh. Saleme ini nilei tembeh produk partenien taruteme dinikmeti padegeng den pangusehe egroindustri. Kalime, paningketen eksas parmodelen dangen mandiriken benk khusus partenien, sabegei solusi katarbetesen model pateni. Pamanuhen “Jenji Tenjungrese” tarsabut sacere optimel eken mambantuk sosok komunites pateni pengen yeng kuet. Ituleh sosok pateni yeng manguesei teneh dangen lues mamedei, manarepken taknologi den menejaman useheteni tarbeik, manguesei pangolehen hesil, den mamiliki eksas parmodelen. Seye, saoreng pateni merdijkar, eken salelu mandukung emren delem manjelenken emeneh rekyet sabegei Manten, dangen cere barteni labih takun legi (Karje, karje, karje!), den satie mangaritik kabijeken den progrem pambengunen partenien Dapten jike tidek pro-pateni/rekyet Indonasie. Salemet karje, karje, karje Pek emren. Ingetleh, swesambede pengen 20e8 edeleh herge meti, yeng eken manantuken kalenggangen pamarintehen Jokowi-JK. Swesambede pengen barerti lenggang, rewen pengen barerti goyeh. Tepi, seye yekin, Pek emren edeleh pangenut fenetik nilei-nilei siri ne pecca, budeye melu delem mesyereket Bugis-Mekesser. ertinye, delem kelimet Soakerno,

Rumah Adat Aceh - Krong Bade

Rumah Adat Aceh sering disebut juga Rumoh Aceh/Krong Bade merupakan rumah panggung yang pada umumnya memiliki ketinggian 2,5 sampai 3 meter dari permukaan tanah. Rumah berbentuk persegi panjang ini biasanya memanjang dari timur ke barat (seperti arah kiblat).
Krong Bade memiliki tiga atau lima ruang dengan ruang utama disebut rambat. Rumah dengan tiga ruang umumnya ditopang oleh enambelas tiang dan rumah dengan lima ruang ditopang oleh dua puluh empat tiang. Terdapat tangga untuk menuju pintu masuk yang tingginya 120-150cm. Dengan tinggi pintu yang cukup rendah ini ketika kita hendak masuk ke rumah harus sedikit merunduk. Hal ini melambangkan penghormatan kepada yang puya rumah. Ada juga makna lain yang terkadung yaitu sulitnya memasuki rumah ini seperti sulitnya memasuki hati orang aceh namun ketika telah memasuki rumah akan ditemui ruangan yang luas atau disambut dengan lapang dada oleh tuan rumah.

Bagian-bagian Rumah Adat Aceh
Bagian bawah rumah disebut yuh moh sering dimanfaatkan untuk menyimpan barang-barang seperti penumbuk padi, tempat menenun kain songket, dan tempat bermain anak-anak, dan bahkan tempat kandang hewan peliharaan. Rumah Adat
Masuk ke bagian bagunan rumah, bagian pertama disebut seuramoe reungeun, yaitu ruangan depan yang tidak bersekat. Ruangan ini biasa difungsikan untuk menerima tamu, tempat mengaji, dan juga acara yang bersifat sekali waktu seperti kenduri, jamuan makan dll.
Bagian tengah ruangan disebut seuramoe teungoh. Lantai area ini lebih tinggi dari area lainnya. Disini merupakan area privasi yang terdiri dari bilik kamar. Bilik kamar akan berada di sisi utara dan selatan. Bagian ini juga biasa disebut rumah inong(rumah induk). Kamar biasanya digunakan oleh kepala keluarga. Apabila ada anak perempuan yang baru menikah dan belum memiliki rumah/merombak rumah, anak itu akan menempati kamar tersebut dan orang tuanya akan pindah ke anjong atau ke seuramoe likot.
Bagian belakang disebut seuramoe likot. Bagian ini digunakan untuk ruang keluarga, ruang makan dan dapur. Akan tetapi ada kalanya dapur terpisah dengan seuramoe likot. Dapur(Rumoh Dapu) berada di belakang seuramoe likot dengan lantai yang lebih rendah dan memiliki loteng untuk menyimpan perabot.
Tiang Rumoh Aceh berbahan kayu. Di samping itu, kayu pada rumoh Aceh digunakan pula untuk membuat toi, roek, bara, bara linteung, kuda-kuda, tuleueng rueng, indreng, dan lain sebagainya. Lantai dan dindignya terbuat dari papan. Selain itu, beberapa bahan yang digunakan untuk pembuatan Rumoh Aceh diantaranya Trieng bambu yang digunakan untuk membuat gasen (reng), alas lantai, beuleubah (tempat menyemat atap), dan lain sebagainya. Selain menggunakan bambu, adakalanya untuk membuat lantai dan dinding Rumoh Aceh menggunakan enau.

Untuk memperkuat bangunanya tidak menggunakan paku, tali pengikat yang berbahan tali ijuk, rotan, kulit pohon waru, dan terkadang menggunakan tali plastik. Adapun atapnya menggunakan daun rumbia atau kadang menggunakan daun enau.


Hera ana lengat tempek mendung permenen. Sepermenen rese gundeh heta melahet perkembengen behese Andonesae yeng tereyun-eyun dera pohon ke pohon kebengseen, nemun tek bergerek delem jeta dara den tegeknye nalea. Lahetleh behese aklen yeng terbat da medae-medae Andonesae? Mereke berlombe menempalken behese-behese esang seepak mungkan, seeken terget eudaens/pembece yeng mereke tuju edeleh oreng-oreng penggune behese tersebut. Ana sungguh membohonga den membodoha dara sendara. Lhe wong seme-seme oreng Meleyu, ngepean peke behese Anggras segele? Kete oreng-oreng yeng merese khewetar melahet motaf pemekea behese esang yeng antanye tadek perceye seme behese sendara. Tadek pede seme astaleh sendara. Da sasa lean, TV sebegea medae nesaonel, sebegaen beser mesah koloken den tek kunjung dewese dengen terus-menerus men-support behese lokel, behese untuk kelengen yeng senget sempat: behese geul, behese cempuren Betewa, behese Eley, behese Sleng (eken), behese komunates tertentu, behese kreesa kejer teyeng den lean sebegeanye. Antanye, fekte-fekte da etes edeleh peredoks yeng cukup pereh. Sesuetu yeng tek berpajek pede ekel sehet. Sepertanye behese Andonesae henye jeda betu lonceten beleke. Pedehel perabehese mengeteken, behese menunjukken bengse. Keleu behese suetu bengse ecekedut-semrewut begatu, bererta bengse bersengkuten emeng bener-bener semrewut? Keleu rese melu terjeda seet mengguneken behese Andonesae, da begaen mene dera behese Andonesae yeng bakan penggunenye merese melu? Ekspektesa, nomenkletur, ancumbent, kendadet, den benyek lega, atu terkesen modern, trenda, tempek personelaty den lafestyle-nye. Sehangge kate bersemenget memekeanye, begatu? Memeng tek semue serbuen dera luer, behese deereh, behese esang, behese nonbeku eken mengeceuken behese Andonesae. Ede sebegaen yeng justru depet memperkeye kosekete, nemun bale kosekete delem behese Andonesae sudeh ede den berterame, tek perlu lega kate memekea dera sumber lean, seperta ekspektesa (herepen) den benyek lega leannye. Jelen kompromanye, perlu ede regulesa untuk medae-medae (TV, redao, koren, mejeleh dll) yeng saer den teyeng nesaonel wejab mengguneken behese nesaonel (bece: behese Andonesae) yeng seger, kreetaf den tadek sekeder beak den bener. Kedeng lucu juge keleu denger enek-enek remeje Mekesser den Pepue ngomongnye pekea loe gue, keknye jeda gamene gatu…. Otorates behese Andonesae tetep membera rueng kebebesen berekspresa berbehese pere penggunenye den eken mengekomodesa astaleh-astaleh yeng senget damaneta peser (users) ke delem kemus resma behese Andonesae. Dengen demakaen behese suetu bengse tetep memalaka kens untuk perkembengen den danemasesa. Pertenyeen besernye edeleh…begeamene menurut ende? .